Jumat, 02 Oktober 2015

Sayatanhati’



  Sayatan hati’
Syahdu kabut malam lelapkan tidurku dipelukan kursi

Mengais kisah mimpi tak berimajinasi

Haru ,remuk jiwa raga kuterasa dihantam besi

Besi panas nyala berkobar membakar hati

Itu hanya perumpamaan kondisiku yang terkubur mati

Mati bukan nyawa yang hilang

Namun mati ketiadaan rasa menyambut cintas uci

Enggan aku bukakan pintu cinta dihati

Mengingat kecewa sesal hingga kini

Mulut tanpa jeda ucapkan janjinya

Seseorang yang lama aku damba..

Pergi begitu saja tanpa ada dosa.

Ia yang dirikan harapan..ia pula yang robohkan penantian panjang perjanjian.

Kecewa..sesal..sedih membalut bersama luka dihati..

Pening kepala ingin luapkan emosi

Tapi hati mengajak berdamai dengan ketidak stabilan diri..

Lagi-lagi karena cinta..manis sepah buaiannya..

remuk cambuk hati tak terasa mengikis jiwa..

lukanya masih membekas terasa dan tetap terasa disepanjang masa


by.rilo vam budy

siak,23 agustus 2015

Kamis, 23 Juli 2015

kisah baruku


kini aku terjebak dalam kisah baru..

yang diperankan oleh masa laluku..

siapakah mereka itu?

hanya aku dan kau,hanya kau dan aku..

kau dengan kisah barumu..

aku dengan masa laluku..

berkelanalah imamku..

jadilah pemenang dalam mimpimu

tidak hanya didunia fiktifmu ..

namun dalam kenyataan hidup..

aku yang hanya bisa menjadi bayanganmu

yang selalu mengikuti dan mengiringmu

meski kita tidak pernah bersatu

tetapi sebenernya aku adalah bagian dalam dirimu

jika mungkin....


bye.ujar wanita itu


 

Gagal bukan masalah


Saat bodoh kian membodohi.
cita-cita yang tinggi diterpa maki..
mengira harapan bertentangan dengan hati..
padahal tidak kalaupun anda mengerti..
ini hanya sebuah jalur menapakai kaki.
diribuan simpang yang tak pasti didaki.
aku tertimbun akan kegagalan yang tiada henti..
tak masalah berapa kali GAGAL..
karena dalam hidup hanya butuh satu kali keBERHASILan

Wanita dengan cintanya yang diam terpendam


aku menunggumu dibilahan hari-hari tak tentu
merentas gurun luka tak kutemu oase di rindu di taman hatimu
memendam cinta adalah luka
kukatakan pada waktu aku tak pernah jemu mencari helai rindumu
biarkanlah temaram menyapa rinduku sendirian
di hampar bayang, kau entah dimana
aku mencintaimu tak terhitung kurun waktu
siang, gersang, hujan dan badai
cintaku terlalu rumit sayang,
tak mampu kudeskripsikan di lautan kata
biarlah rindu mencari obatnya
kau, dan rindu yang tak kunjung kutemu
mendekap lah dalam waktuku
seperti tetes hujan yang singgah di jendela hidupku
rindu padamu adalah gilasan luka.

jember, 21 juli 2015
untukmu wahai kisah baruku

kelana

 

SIAK

sepekan lagi aku injakan kakiku disana..

entah betah atau sebaliknya

niatku menyambung tali saudara

lebih-lebih menyambi kerja

itupun kalau ada..

masa bodoh! yang penting usaha..

jangan lupa doanya pula,

bukan terlalu tega tinggalkan bunda..

pelarianku jauh dari desa..

untuk tujuan yang mulia..

ada kata dari seorang wanita

yang katanya mau menantiku kembali dari kelana.

akupun bahagia mendengarnya..

semoga ucapnya bukan janji yang akan didusta..

Mempertahankan Asa Dikerumunan Masa

sepuluh
ribu lebih digedung ini,ditengah panasnya kota surabaya..

datang jauh dari pelosok desa untuk menepati cita-citanya

berjuang dengan segala harapnya...

putih warna kemejanya,gelap celana panjangnya

seolah menjadi saksi bisu diketulian hidupnya

tuli bukan telinga yang tak mampu mendengar

tapi tuli yang tidak memperdengarkan jutaan makian,ribuan hinaan...

 seperti kolosial drama yang tertuliskan

datang berbekal kenekatan

menanti nasib drama kehidupan.

antara lanjut atau pulang.

sabar nantikan hasil kejerihpayahan yang terpampang dipersegi layar

detak jantung tak lagi normal dengan ketenangan suasana..

keheningan suara dan sorotan mata yang membidik disudut layar

kini nasib yang kami nantikan

aku yang bertahan atau pulang dengan segala ketabahan.

surabaya,03 mei 2014

bye.vam budy

Senin, 20 Juli 2015

senyum sepah

Sosok itu membuka pintu dengan misteri

Saat mengaku diri pada kesunyian

Dalam hingar sudutku sendiri

Tak lagi menunggu pagi demi menemukanmu

Aku dalam pelukan matahari tanpa terbakar

Sudah lebih dari cukup

senyumku tak lagi menawan

kaca mata hitam aku gantungkan

guna sesali rasa malu yg berpijar

membuka mata bersama fajar...

 

@terik panas di pantai papuma