Selasa, 15 Maret 2016

Mengingatmu Menguburku Dalam Ketidakmampuan




kau hayal dilintas pandang
membawa jauh ditepi angan
harapan tak lagi terpampang
mengingatmu menguburku dalam ketidakmampuan....
tak mampu memandang matamu
tak mampu dongakkan kepala menghadapmu.

bahkan air mata tak mampu ku bendung
ketika tanganmu digenggam erat seorang pria yg baru saja menghitbahmu
duduk bersanding di panggung pelaminan
dibawah hiasan berpernik keemasan
dibalik rangkaian bunga pengantin yg anggun
aku masih terpaku dan tertegun
diatas karpet merah diam tanpa sepatah katapun
hanya bahasa mata yang terlantun
memandangmu aku masih terlamun

kekasihku...
hapus semua rasa yang telah mengakar dalam jiwa sucimu
bakar semua ranting-ranting cinta tentangku dan dirimu
tentang masa dimana kita masih menyatu
cinta kita yg terhalang karena restu
alasan sebuah status sosialku yang tak sepadan denganmu

jika cinta itu  kau jual
aku pun tak kan mampu membelinya,,
namun jika cinta itu kau gantungkan dipuncak gunung berapi sekalipun
aku akan berusaha mendakinya
walaupun tengkukku harus cidera.
ataupun kulitku yang akan terbakar kawahnya.

kalaupun kau berniat.
percuma!!! itupun sudah terlambat
kini kau sudah syah menjadi seorang istri pria yg terpandang
pria dengan strata sosial yg tinggi yang ayahmnu restui
bukan  seorang kuli melarat sepertiku
yg hanya bermodal ketulusan cinta suci
aku hanya bisa berdoa akan kebahagiaanmu bersamanya
walaupun aku tahu goresan luka semakin dalam menusuk
bukan berarti aku akan melakukan niat busuk

semoga bahagia kekasihku...
lupakan aku
aku akan coba berdiri tanpamu
aku tak mau tenggelam dalam lumpur hitam
hitam yang membutakan mata akan ketulusan cinta
aku tak mau menjadi ular bodoh yang melilit gergaji
yang justru akan melukai tubuhku sendiri
karena cinta sejati adalah cinta yang mengikhlaskan demi kebahagiaan
bukan keegoisan untuk memperebutkan
karena semua itu akan menyakitkan
belajar dari orang-orang yg ikhlas
dengan tersenyum dan berprasangka baik dalam doa
karena tersenyum dan berdoa adalah cara orang ikhlas mengeluhkan kesakitannya

by. Rilo Vam Budy 
Jember, 13 maret 2016

3 komentar: